Ahli Hisab vs Ahli Hisap
batampos-3-jan-09
“MUI berencana mematangkan Fatwa Haram Rokok akhir bulan ini, setelah menggelar berbagai kegiatan sepanjang tahun 2008 demi menjajaki data dan fakta terkait rokok” (BatamPos Minggu 3 Jan 09)
Sebenarnya berita ini sudah santer saya dengar sejak tahun lalu, tapi saya nggak nyangka kalo MUI ternyata seurieus
tentang masalah ini sampai akhirnya saya membaca berita koran minggu pagi ini.
Sebagai seorang ahli hisap (begitu biasanya temen kerja saya menyebut seorang perokok), saya bener-bener was-was ketika membaca berita ini, karena kalo memang jadi diharamkan bakalan jadi dilema.
Sudah cukup banyak contoh yang menggambarkan tentang bagaimana susahnya berhenti merokok, tapi kalo jadi di haramkan berarti yang teteup merokok telah melakukan perbuatan dosa dong.
Rokok sudah jadi temen setia blogging, designing, thinking about something, travelling, ngegombaling, kencaning, terutama after eating yang pedes-pedesing dan sambil srufut kopiying saya
Saya orang yang anti narkoba, mendem, judi, dan main wanita berzina, tapi kalo sudah urusan hisap-menghisap “burning tobaccos” dilarang, bisa panjang urusannya
Saya sama sekali nggak berniat ngajak orang lain untuk merokok apalagi mengkampayekannya. Saya juga nggak bakalan mengadakan aksi boikot terhadap apa saja keputusan MUI tentang masalah ini nantinya. Intinya ini menjadi dilema bagi saya.
Mungkin cuma sesama para ahli hisap yang bisa mengerti perasaan saya saat ini, jadi gimana tanggapan para ahli hisap aka Rokokers yang laen ?? It’s Up to you….

blogging sambil smoking ato smoking sambil blogging ?
akhirnya kesampean juga niat saya untuk blogging di wordpress, setelah selama ini blogging di blognya prendster
About this entry
You’re currently reading “Ahli Hisab vs Ahli Hisap,” an entry on andee's journal
- Telah Diterbitkan:
- Januari 4, 2009 / 9:24 am
- Kategori:
- kondisi dan situasi
4 Komentar
Langsung ke formulir komentar | comment rss [?] | trackback uri [?]